Selasa, 20 Januari 2015

Motivasi Berprestasi dalam Pandangan Islam



Pandangan islam tentang motivasi berprestasi
Telaah dari pandangan islam tentang motivasi berprestasi telah banyak dibicarakan oleh beberapa penulis. Ancok dan Nashori (1994) mengutip beberapa ayat al-Qur’an untuk mendukung bahwa islam sangat menyarankan orang untuk memiliki tinggi motivasi berprestasi yang tinggi. Beberapa ayat al-Qur’an yang memuat aspek motivsi berprestasi antara lain adalah:
a)      Surat al-Insyiroh (ayat 5-8) yang berisi “kalau sudah selesai dengan suatu pekerjaan, kerjakanlah pekerjaan lainnya dan berserahdirilah kepada Allah”.
b)      Surat al-Jumuah (ayat 10) yang bermakna “apabila kamu selesai mengerjakan shalat Jum’at, bertebaranlah kamu di muka bumi untuk mencari nikmat Allah bdan ingatlah pada Allah sebanyak-banyaknya”.
Selain ayat al-Qur’an banyak pula hadist yang berisikan perintah untuk bekerja keras. Misalnya: “kejarlah duniamu seakan-akan kamu tidak pernah mati, dan kejarlah akhiratmuy seakan-akan kamu akan matio di keesokan hari”.
Dari kutipan ayat al-Qur’an dan hadist tersebut di atas ada perbedaan sangat mendasar dalam teori motivasi pandangan psikologimodern (David Mc Clelland) dengan pandangan islam. Teori psikologi modern melihat prestasi hanyalah sebatas prestasi individual, dan tidak ada nuansa kepasrahan pada Tuhan. Diduga tingginya angka bunuh diri di kalangan mereka dikarenakan mereka tidak pernah puas pada apa yang mereka peroleh. Tentu saja sikap tidak puas ini ada segi positifnya, yaitu akan memotivasi orang untuk bekerja lebih keras lagi. Tetapi kalau prestasi yang diinginkannya itu tidak tercapai, maka akan besar kemungkinan orang akan mengalami rasa frustasi yang berat. Mereka yang tidak mencapai keinginannya ini akan menilai diri mereka sebagai orang yang tidak/kurang berguna atau kurang dibanggakan.
Kegagalan dalam mencapai prestasi ini dapat berlanjut pada problem kejiwaan yang dilampiaskan dalam wujud perilaku kekerasan atau pelarian ke alcohol, narkotik, dan bahkan bunuh diri. Dalam pandangan islam pencapaian prestasi bukan ditentukan oleh ikhtiar manusia saja, tetapi juga ditentukan oleh kehendak sang Pencipta. Adanya bingkai keTuhanan ini akan mngurangi atau meniadakan frustasi seandainya keinginan untuk berprestasi tidak terwujud.
Ciri lain dari teori motivasi islam adalah pencapaian prestasi tidaklah didorong oleh sifat egoistic semata. Dalam pandangan islam motivasi berprestasi adlah sebuah ibadah yang ujung-ujungnya adalah pengabdian pada Tuhan. Apapun hasilnya kerja kita di dunia ini adalah pengabdian pada Tuhan. Banyak ayat al-Qur’an yang menyarankan manusia untuk memanfaatkan prestasi kerjanya untuk kemajuan umat manusia. Cirri orang taqwa yang ditulis dalam al-Qur’an adalah yang banyask memberikan manfaat kepada orang lain. Misalnya; surat Ali Imran ayat 130 yang mnggambarkan cirri orang yang taqwa itu manusia yang banyak member kepada orang lain, baik disaat lapang maupun disaat kesempitan; surat al-Balad ayat 14-16 yang memerintahkan kepaada setiap muslim untuk memberikan makan kepada orang miskjin dan mngentaskan kaum duafa; surat as-Shoof ayat 11 yang berisikan ajakan agar orang berjihad fisabilillah dengan harta dan nyawanya.
Pengembangan sumber daya manusia dalam aspek motivasi berprestasi
Ada 4 jenis prestasi yang harus kita bangun pada millennium ketiga ini, yakni prestasi di dalam membangun kapital intelektual, kapital sosial, kapital lembut, dan kapital spiritual. Dengan menumbuhkan manusia dengan keempat capital ini diharapkan akan terwujud manusia yang berorientasi ‘kita’ bukan orientasi ‘saya’ (diri saya, divisi saya, unit organisasi saya). Manusia yang demikian inilah yang disebut oleh Stephen Covey sebagai manusia yang efektif.
Kapital intelektual
Kapital intelektual adalah perangkat yang diperlukan untuk menemukan peluang dan mengelola ancaman dalam kehidupan. Dalam kondisi yang ditandai oleh perubahan yang super cepat, manusia harus terus memperluas dan mempertajam pengetahuannya, dan mengembangkan kreatifitasnya untuk berinovasi.
Al-Qur’an mewajibkan setiap manusia untuk banyak membaca guna mengembangkan kapital intelektualnya. Ayat al-Qur’an yang pertama kali turun adalah perintah untuk membaca: baacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (al-Alaq ayat 15). Banyak ayat-ayat al-Qur’an lainnya yang senada, misalnya dalam surat Ali-Imran, ayat 190-191, Allah berfirman:
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakan, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka perihalah kami dari siksa neraka”.
Kapital sosial
Intektual kapital baru akan tumbuhb bila masing-masing orang berbagi wawasan. Untuk dapat berbagi wawasan orang harus membangun jaringan hubungan sosial dengan orang lainnya. Kemampuan membangun jaringan sosial inilah yang disebut dengan kapital sosial.
Kapital sosial dimanifestasikan pula dalam kemampuan untuk bisa hidup dalam perbedaan dan menghargai perbedaan. Pengakuan dan penghargaan atas perbedaan adalah suatu syarat tumbuhnya kreatifitas dan sinergi. Kemampuan bergaul dengan orang yang berbeda, dan menghargai dan memanfaatkan secara bersama perbedaan tersbut akan memberikan kebaiakan untuk semua. Dalam ajaran islam setiap manusia diminta membangun silaturahmi. Karena silaturahmi akan memberikan kebaikan. Ide kreatif muncul melalui diskusi. Demikian pula peluang bisnis seringkali terbuka karena adanya jaringan hubungan silaturahmi.
Kapital ‘lembut’ (soft capital)
Kapital lembut yang oleh Hartanto disebut dengan “soft capital” adalah kapital yang diperlukan untuk menumbuhkan kapital sosial dan capital intelektual.bsifat bisa dipercaya dan percaya pada orang lain (trust), bisa menahan emosi, pemaaf, penyabar, ikhlas, dan selalu ingin menyenangkan orang lain sangat diperlukan bagi upaya untuk membangun masyarakat yang beradab dan berkinerja tinggi. Islam sangat menyarankan manusia untuk mengembangkan soft capital.
Kapital spiritual
Bagi orang islam ketiga kapital yang dibicarakan di atas adalah bagian dari ekspresi kapital spiritual. Semakin tinggi iman dan takwa seseorang semakin tinggi pula ketiga kapital di atas. Namun demikian banyak banyak akademisi yang menyarankan agar kapital spiritual dipisahkandari ketiga capital di atas, dengan tujuan untuk semakin menekankan betapa pentingnya upaya pengembangan keberagaman manusia.
Di mata para akademisi yang berpandangtan demikian, agama akan menjadi pembimbing kehidupan agar tidak menjadi egoistik yang orientasinya hanya memikitkan diri sendiri. Oleh karena itu, upaya untuk mengembangkan keagamaan adalah bagian mutlak dan utama bagi tumbuhnya masyarakat yang makmur dan sejahtera serta aman dan damai.
Penutup
Pengembangan motivasi berprestasi untuk membangun capital manusia seperti  yang dikemukakan di atas menurut perspektif islam adalah bagian dari pengembangan iman dan taqwa seseorang. Muslim yang baik adalah muslim yang memiliki sifat Rasulullah Muhammad SAW., yang memiliki ciri siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Fathonah adalah modal intelektual.

source : http://daniknote.blogspot.com/2013/07/motivasi-berprestasi-dalam-pandangan.html

Pengaruh Motivasi pada Prestasi Anak

Setiap anak berbakat! Itulah yang senantiasa harus diingat oleh para orangtua. Jangan dulu risau bila anak kita tidak dapat bernyanyi, tapi lihat ternyata dia sangat luwes menarikan satu tarian. Atau ah, saya malu karena anak saya tak bisa bermain bola sebagus teman-temannya, coba tengok di lapangan bulutangkis, anak kitalah sang juara. Sedih, karena nilai matematika anak kita, tidak segemilang teman sekelasnya? Apakah Anda tidak melihat bahwa nilai bahasa Inggrisnya selalu terbaik di kelas? Anak-anak kita, sebenarnya masing-masing telah dianugerahi bakat oleh sang pencipta, namun bakat yang dimiliki oleh anak tentunya berlainan, satu dengan yang lainnya. Nah, tugas kitalah sebagai orang tua, yang harus pandai-pandai membaca minat dan bakat anak kita, dan mengarahkannya agar tidak ‘salah jalur’.
Tugas orangtua adalah memberikan arahan, bimbingan dan motivasi pada anak, agar dapat mengoptimalkan diri sesuai bakatnya, dan tentunya dapat meraih prestasi yang maksimal. Jadi, antara motivasi dan prestasi, tentu saja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Hubungan antara keduanya adalah berbanding lurus,  dimana motivasi baik dan maksimal menghasilkan prestasi yang cemerlang, dan juga sebaliknya, tanpa motivasi maka prestasi yang diharapkanpun urung terjadi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Motivasi, berarti dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
Dalam hal ini, dorongan (dukungan) dari orang tua kepada anaknya, agar anak memiliki keinginan penuh untuk dapat bertindak sesuai dengan bakatnya, mencapai tujuan terbaik.
Seorang anak yang mendapatkan dukungan penuh dari orang tua, atau katakanlah tercukupi kebutuhan motivasi bagi dirinya, memiliki kecenderungan sikap, sebagai berikut;
Percaya Diri
Motivasi dari orang tua menjadikan kepercayaan diri anak meningkat karena anak merasa dihargai dan menerima limpahan kasih sayang yang meneduhkan dari orang tua dan merasa tenang bahwa orang tua selalu ada disamping mereka. Seorang anak yang memiliki kepercayaan diri, maka dapat menguasai dirinya dengan baik. Mampu menunjukkan kemampuannya tanpa rasa minder. Yakin pada diri sendiri dan berupaya yang terbaik bagi dirinya tanpa mengikuti atau bahkan meniru orang lain. Percaya diri menjadikan seorang anak ‘bangga’ pada dirinya dan memiliki penghargaan pada diri dengan baik, tidak mudah menyerah.
Bertanggung Jawab
Anak yang mendapatkan motivasi baik dari orangtuanya, maka akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Kenapa? Karena motivasi menjadikan sang anak bersungguh-sungguh menjalankan perannya, mengejar harapan dan prestasinya, berharap untuk tidak mengecewakan orang tua dan mereka yang menyayanginya (memberi motivasi). Motivasi memberikan kesadaran dan menjadikan anak fokus pada tujuannya, dan pantang mundur sebelum mencapai hasil.
Berani Mengambil Resiko
Berani mengambil resiko adalah tidak gentar pada kompetisi, walaupun hasil yang didapat nantinya adalah suatu kekalahan. Karena motivasi dari orang tua, menjadikan sang anak menjadi pribadi yang kuat, dimana kalah atau menang bukanlah tujuan akhir yang mutlak, tapi perjalanan mencapainya yang harus dimaknai dengan perjuangan. Anak yang termotivasi dengan baik, akan mengoptimalkan seluruh kemampuan yang dimiliki dan berani ber’tanding’ dalam satu kompetisi yang sulit sekalipun.
Semangat
Motivasi, adalah dukungan yang menyemangati, tentu saja! Semangat itu akan tumbuh dalam diri anak-anak kita yang mendapat motivasi penuh. Tidak mudah menyerah, lesu dan pasrah pada keadaan. Senantiasa ceria, bergembira dan berfikiran positif dan akhirnya prestasi mampu diraih dengan baik.

Orang tua yang baik,
selalu berikan motivasi pada buah hati kita,
Karena motivasi, adalah motor penggerak bakat
dan landasan bagi laju prestasi mereka.
http://carapedia.com/pengaruh_motivasi_pada_prestasi_anak_info2553.html 

Kamis, 15 Januari 2015

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Meningkatkan Motivasi Belajar Anak. Setelah membahas mengenai Motivasi Belajar Anak Remaja dan kaitannya dengan Prestasi Belajar Anak, maka pada kesempatan ini saya juga akan menyampaikan beberapa tips atau cara untuk meningkatkan motivasi belajar anak. Karena begitu pentingnya motivasi belajar dalam proses perbaikan prestasi belajar, saya kira maka tips ini mungkin akan sangat bermanfaat.

Ada beberapa Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak dalam kegiatan belajar di sekolah, misalnya saja seperti yang diungkapkan A.M. Sardiman (2005:92-94), yaitu :





Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

1. Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.

2. Hadiah

Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.

3. Kompetisi

Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.

4. Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.

5. Memberi Ulangan

Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.

6. Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.

7. Pujian

Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8. Hukuman

Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:
a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.

b) Hadiah.

Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.

c) Saingan/kompetisi.

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

d) Pujian.

Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.

e) Hukuman.

Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.

f)  Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.

g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.

h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.

Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..

i) Menggunakan metode yang bervariasi.

Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.

j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Bonus kata motivasi :

Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, tp adalah penting untuk mengambil pelajaran dr kegagalan.*Bill Gates

Keberhasilan sebenarnya adalah apabila Anda dihantam hinga bertekuk lutut,tetapi mampu bangkit kembali.(Anonim)

“Kunci SUKSES sebenarnya ada didalam DIRI dan PIKIRAN anda, Jika anda berpikir SUKSES, maka kesuksesan akan menghampiri anda” .

Nggak ada yang salah buat belajar, itu untuk menambah pengalaman kok.

Hilangkan semua pikiran NEGATIF dalam diri anda, Kejarlah IMPIAN dan RAIH kesuksesan anda…

Berikut merupakan beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk meningkatkan motivasi belajar anda, semoga berhasil!!Meningkatkan Motivasi Belajar kita yaa ^^


Source :
http://belajarpsikologi.com/cara-meningkatkan-motivasi-belajar-anak/

Selasa, 13 Januari 2015

CARA MENGATASI SISWA MALAS BELAJAR DAN ENGGAN MENGERJAKAN PR

Bersekolah adalah hal yang menyenangkan. Sebagian anak dengan riang dan wajah ceria berangkat menuju tempat mereka belajar itu. Tetapi, bagi sebagian lainnya, bersekolah dan belajar menjadi momok yang membosankan. Jangankan berangkat dengan ceria, mendengar kata sekolah saja sepertinya mereka enggan. Dan ketika anak SD diberi tugas atau PR terkadang anak SD enggah mengerjakannya. Walaupun tidak semua anak malas mengerjakan PR, namun sebagian besar siswa dalam satu kelas enggan mengerjakan PR. Alasan yang paling umum mereka lontarkan adalah buku ketinggalan, lupa ketika ada PR sampai alasan kemarin tidak masuk sekolah. Alasan-alasan yang semacam itu memang membuat kita (guru) terkadang memaklumi hal yang sedemikian itu. Namun kenyataanya anak tidak mengerjakan PR lantaran malas, bukan karena alasan-alasan diatas. Adapun cara yang dapat ditempuh untuk membangkitkan motivasi siswa dalam kasus ini antara lain:
1. Membuat kelompok belajar yang salah satunya harus ada siswa yang pandai
       Mungkin banyak yang berpendapat bahwa belajar kelompok hanya akan dimanfaatkan siswa yang malas untuk menyontek pekerjaan anak yang pandai. Namun hal itu adalah salah. Usia sekolah dasar berbeda dengan anak SMP atau SMA. Egoisme dan pengakuan lebih pandai masih sangat melekat pada diri anak. Dari pengalaman saya saat ada kegiatan mengajar di MI Muhammadiyah Kedung Banteng, saat saya membuat kelompok untuk siswa, anak yang pandai bersikap galak seolah dia yang mengajar temannya, tetapi hal ini bisa membuat siswa yang lain akan ikut serta dalam mengerjakan tugas kelompok dari guru. Karena siswa yang lain tidak mau di anggap hanya menebeng nama saja.
2. Sebaiknya guru tidak boleh  memberi PR terlalu banyak
      Hal ini bertujuan agar siswa tidak mudah bosan dalam mengikuti proses pembelajaran, karena yang kita tahu bahwa guru zaman sekarang memberikan PR yang terlalu banyak kepada siswa sehingga membuat siswa enggan dalam mengerjakan tugas dari guru.
3. Hukuman bagi siswa yang tidak mengerjakan jangan terlalu berat. Hukumlah siswa yang tidak mengerjakan dengan hukuman yang ringan tapi "mendidik", misalnya:
a. menghukum dengan cara siswa disuruh menulis pada selembar folio dengan kalimat yang mendidik agar siswa tidak melakukan lagi. misalnya di suruh menulis kalimat "saya berjanji tida akn mengulanginya lagi ", hal ini juga bisa melatih keterampilan siswa dalam menulis agar tulisannya menjadi bagus, dan agar memberikan efek jerah pada siswa
b. menggosok papan setelah pelajaran selesai
c. menjawab beberapa pertanyaan PR yang sudah diberikan oleh guru
4. Berkomunikasi dengan wali murid
         Hal ini sangat penting karena selain sebagai jembatan komunikasi guru dengan orang tua murid tentang perkembangan siswa, hal ini juga bertujuan agar orang tua mengetahui apakah anaknya semangat atau tidak dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu wali murid juga bisa bertukar pendapat tentang anaknya di sekolah.
5. Memberikan PR yang kreatif dan inovatif, misalnya :
a. membentuk soal dengan menyertakan gambar, agar siswa lebih tertarik dalam mengerjakannya
b. membentuk soal seperti bentuk origami, misalnya soalnya dibentuk seperti bunga atau pesawat, hal ini bertujuan ketika siswa membuka soal yang di berikan oleh guru siswa akan berantusias dalam mengerjakannya, karena kebanyakn guru memberikan PR yang biasa-biasa saja atau hanya berupa soal.

10 tips berprestasi untuk siswa

Mau tahu apa rahasia para pelajar berprestasi? Ini dia rahasianya:
1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.
2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.
3. Jangan malu untuk bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.
4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.
Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!
5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.
Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!
6. Cukup istirahat, makan dan bermain.
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!
7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.
8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.
9. Cari seorang pembimbing yang baik.
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.
10. Jangan suka mencontek teman.
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.
Lakukan dan jangan tunda lagi!, karena kamu berada di jalur pelajar berprestasi.
Semoga berhasil …. wassalam

http://www.untukku.com/artikel-untukku/10-tips-rahasia-menjadi-pelajar-berprestasi-di-sekolah-untukku.html